Welcome

Assalamu'alaikum wr. wb.

Terima kasih telah mengunjungi blog ini :)
Blog ini pada awal berdirinya dimaksudkan untuk memberi pengetahuan kepada para pembaca mengenai kelistrikan. Tetapi pada akhirnya blog ini berisi 'gado-gado'. Ada yang isinya berupa copas dari sumber lain, ada juga original dari saya sendiri. Ada yang 'agak penting', ada juga sekedar curhatan. Mungkin ke depannya bisa jadi blog untuk jualan ya, hehe. Anyway, enjoy this!! (edited 2 April 2014)

Dispatcher dan Pemadaman

Ketika kita masih bisa membaca posting ini, tentu kita merasa bahwa itu semua desebabkan coz kita memiliki jaringan internet, entah melalui modem pribadi lah, speedy lah, or memang lagi di warnet. Tapi jarang sekali kita terpikir bahwa sebenarnya ada lagi yang lebih mendasar yang menyebabkan kita bisa menikmati jaringan internet,, kira-kira apa ya??
Mmhhh.. wadoh,, masih belom dapet juga.. Tentunya coz ada listrik lah.. Coba bayangkan, kalo gak ada listrik, mana bisa kita menikmati membaca posting ini (hwehehehe).. Gak papa lah narsis dikit..
Yup, kembali lagi ke listrik, pernah gak seh kepikiran kalo listrik itu bisa kita nikmati coz ada pihak di PLN yang ngatur? (gak pernah, boro-boro mikirin itu, wong inget PLN aja pas mati lampu, hehe)
Ya, gak papalah, sebagai orang PLN saya ikhlas kok :(....
Amal itu kan akan bernilai tinggi kalo kita lakukan dengan penuh ikhlas sementara yang mendapatkan manfaatnya gak tau kalo kita yang membuat (jiah,,, itu kok malah dikasi tau, hehe)

Okelah kembali ke judul.. "Dispatcher" dan "Pemadaman"...
Itu dia pihak yang saya maksud mempunyai wewenang dalam pengaturan penyaluran listrik. Secara umum, dispatcher or pengendali (dalam hal ini tentang kelistrikan) berfungsi sebagai pemberi instruksi dalam pengaturan frekuensi dan tegangan kalo peralatannya masih manual alias gak otomatis..  (mulai gak nyambung nih???)
Okelah saya jelaskan sedikit tentang penyaluran listrik.. tapi sebelumnya silahkan baca link ini .
Penyaluran listrik memerlukan beberapa kriteria keandalan, salah satunya adalah nilai tegangan dan frekuensi yang harus berada dalam batasnya. Tegangan sudah sering dengar kan?? Nah, untuk frekuensi yaitu jumlah gelombang listrik dalam satu second, kalo di Indonesia standardnya 50 Hz dengan toleransi 0,2 Hz. Nilai 50 Hz dicapai dengan seimbangnya total daya yang dihasilkan pembangkit dengan total daya yang digunakan konsumen dalam suatu sistem tenaga listrik (semuanya nyambung dari pembangkit hingga ke konsumen). Kalo total daya pembangkitnya kurang dari total daya yang digunakan konsumen, nilai frekuensi akan turun. Sebaliknya, kalo total daya pembangkitnya lebih dari total daya yang digunakan konsumen maka nilai frekuensi akan naik. Perubahan nilai frekuensi itulah yang dipantau oleh dispatcher secara real time, coz kalo nilai frekuensi tersebut berubah jau dari batasannya maka akan terjadi kerusakan peralatan, makanya kerjanya dispatcher itu terbagi dalam kelompok shift, yaitu pagi, sore dan malem (kaya satpam ya..) kasian dispatcher, hehe.. Lanjutttt.. .
Kita biasanya menggunakan listrik semaunya, kadang idup, kadang mati, pastinya banyak perubahan daya konsumen kan? Trus kasian sekali dispatcher, harus menaikkan or menurunkan daya pembangkit secara real time untuk menyeimbangkan nilai frekuensinya? Gak gitu juga sih, coz perubahan nilai frekuensi itu bergerak dengan perubahan daya yang bernilai Mega Watt, kalo di sistem listrik Sumatera Bagian Selatan - Sumatera Bagian Tengah ukurannya adalah sekitar 130 MW-an/Hz ketika beban puncak malam (nilainya berubah-ubah lo..) dengan artian ketika penambahan beban/daya oleh konsumen sebesar 130 MW dengan tidak diimbangi penambahan daya pembangkit, maka nilai frekuensi akan turun 1 Hz atau jadi 49 Hz, Jadi sedikit sekali kan pengaruhnya ke frekuensi.
Biasanya perubahan daya konsumen memiliki karakteristik tertentu. Misalnya, ketika menjelang malam, pada jam tertentu sebagian besar konsumen mulai menghidupkan lampu.. makanya ada pihak yang membantu dispatcher, yaitu tim perencanaan yang meramalkan beban konsumen pada hari berikutnya.. dispatcher tinggal liat aja tuh ramalan beban dari tim perencanaan, biar tau kapan harus menaikkan daya pembangkit atau kapan menurunkan daya pembangkit, tinggal insting dispatchernya yang mengatur pembebanan pembangkit itu apabila terdapat perbedaan antara yang diramal dengan yang terjadi, tentunya dengan ilmunya lah (sombong dikit, hehe)
 Terkadang memang peramalan itu agak meleset, tapi gak bakalan signifikan kemelesetannya kok..(tapi jangan ikut reg ramal ya!! syirik, hehe).
Nah, sekarang masalah pemadaman.... (mulai emosi nih)
Pemadaman terjadi ketika dalam perencanaan/ramalan hari berikutnya, jumlah daya pembangkit tidak memenuhi total beban konsumennya. kok bisa kurang?? dikorupsi yah?? Eit, jangan su uzon dulu..  Penyebabnya adalah adanya pembangkit yang mengalami gangguan, ataupun coz ada pemeliharaan pembangkit dan tidak ada cadangan pembangkit lagi, so gak bisa memenuhi kebutuhan konsumen deh :(. Nah, kembali ke sebelumnya, kalo frekuensi turun kan peralatan listrik (pembangkit dan instalasi lainnya) jadi rusak, coz rusaknya pembangkit, maupun instalasi lain pada Gardu Induk nilainya mencapai triliyunan dan dengan perbaikan yang membutuhkan waktu lama,, so harus ada action dong, oleh sebab itu, sebelum nilai frekuensi turun jauh dari batas toleransinya, pemadaman dilakukan, . Nah, mau pilih mana, pemadaman bergilir atau pemadaman selamanya???
Pemadaman dieksekusi dengan memutuskan penyulang (jalur listrik konsumen dari sistem listrik tegangan 20 kV).
Dispatcher yang mengeksekusi, tapi tentunya dengan koordinasi dengan unit lain dong. Unit distribusi yang berwewenang menentukan penyulang mana yang layak padam itu... getttoooh... hehe..
Ingat!!! dispatcher tidak pernah menginginkan pemadaman.. tapi pemadaman yang membutuhkan dispatcher (lho??).. eit salah,, maksudnya kondisilah yang menyebabkan terjadinya pemadaman..
Sampai kapan masih terjadi pemadaman dengan alasan kekurangan daya?? ya sampai pembangkit-pembangkit baru sudah mulai operasi dung, biar banyak cadangan.. okeh??

---Doni Agus Kharianto---
Blog Doni Heart Dispatcher

1 komentar:

Yayat mengatakan...

Wah, penjelasannya runut juga kawan...
hmmm, hmmm, baru tau ternyata prosesnya seperti itu ...
nice blog kawan...

Posting Komentar

komentar dunk.. biar rame,, hehe

 
Home | Gallery | Twitter | Plurk

Copyright © 2010 Doni August |Designed by Templatemo with editing from doni |Converted to blogger by BloggerThemes.Net

Inilah

Blog Doni Heart Dispatcher